Showing posts with label Lagu. Show all posts
Showing posts with label Lagu. Show all posts

Thursday, 17 January 2019

BAHAGIA



Dengarkan bibirku berbicara tapi dari dari hatiku yang kini sepi
Kenapa pula perlu berpisah
Bila semua punyai cinta di jiwa

Apa mungkin ini selamanya atau ini hanya seketika
Kenangan yang tersimpan dihati sampai mati
Kujanji pulangkan suatu hari nanti

Oh oh Hari nanti
Oh oh Hari nanti

Ku ada kamu
Tapi kuperlukan jawapan jujur dari kamu
Biar dunia pun tahu

Kau kau penipu
Setiap tutur katamu
Hanya permainanmu saja untuk aku
Sedihnya hidup begini

Setiap yang kulakukan untuk dirimu
Terasakan bagai angin berlalu
Bila dirimu tiada
Hatiku rasa hiba

Kau tanda bahagia
Kaulah dunia

Walaupun aku tahu kau bukan milikku
Kau perlu tahu sedihnya novel cintaku
Biarlah yang fahami hanya diriku saja
Ku tetap berdoa agar kau bahagia

Agar kau bahagia

Ku ada kamu
Tapi kuperlukan jawapan jujur dari kamu
Biar dunia pun tahu


Setiap yang kulakukan untuk dirimu
Terasa bagaikan angin berlalu
Bila dirimu tiada
Hatiku rasa hiba

Kau tanda bahagia
Kaulah dunia

Walaupun aku tahu kau bukan milikku
Kau perlu tahu sedihnya novel cintaku
Biarlah yang fahami hanya diriku saja
Ku tetap berdoa agar kau bahagia

Agar kau bahagia...



Tuesday, 20 November 2018

BERARAK MENDUNG KELABU




Berarak mendung kelabu
mengekori langkahku
sepanjang kehidupan
penuh kehidupan
namun aku  tetap akur


Ku cuba dan terus mencuba
mencapai suria
walau membakar jiwa
walau aku dihina
namun aku tetap akur


Derita oh derita
engkau di mana-mana
walau pun jauh aku lari
mahu pun berdiam diri


Namun indah mimpi dari realiti
hidupku tanpa arah
bagaikan layang-layang
terputus talinya


Derita oh derita
engkau di mana-mana
walaupun jauh aku lari
mahupun berdiam diri
namun indah mimpi dari realiti
tapi pasti di suatu hari
nanti sinar suriakan menjelma...


~allycat

Thursday, 5 October 2017

SUMPAH CINTAKU

SUMPAH CINTAKU


Disaat saling mengenali
Ku tahu cinta mu memanggil
Dalam perasaan yang tak kau dengari

Lambaianmu di dalam mimpi
Bayangan senyuman bidadari
Indah segenap rasa tak terbagi

Belahkah jasadku
Tirai kenanganku
Pasti akan kau jumpa
Api cinta menyala

Hingga akhir nafas ini
Sayang sampai akhir pasti
Cintaku tersimpul mati
Di syurga kau tetap ku nanti
Sumpah cintaku hanya padamu

Disaat saling mengenali
Ku tahu cintamu memanggil
Dalam perasaan yang tak kau dengari


Belahlah jasadku
Tirai kenanganku
Pasti akan kau jumpa
Api cinta menyala

Hingga akhir nafas ini
Sayang sampai akhir pasti
Cinta tak bisa berganti
Sumpahku hanya kau disisi

Genggam tanganmu yang suci
Sampai rambutku memutih
Cintaku tersimpul mati
Di syurga kau tetapku nanti.
(sumpah cintaku hanya padamu)

~Asfan Shah

Thursday, 14 September 2017

ADAM......FAIZAL TAHIR


ADAM

Adam adalah yang teristimewa
Adam yang pertama menghuni syurga


Yang putih yang hitam semua dari Adam
Mengapa berperang kita dari nya seorang
Yang putih yang hitam dalam satu alam
Hayatilah hidup yang diberi Tuhan

Adam adalah bapa kita semua
Adam diturunkan dari syurga


Yang putih yang hitam semua dari Adam
Mengapa berperang kita dari nya seorang
Yang putih yang hitam semua dari Adam
Mengapa berperang kita dari nya seorang

Hayatilah hidup yang diberi Tuhan
Adam adalah bapa kita semua.







GARIS TAKDIR

Fitri Haris

Kupercayakan hidupku ini
Atas izin-Mu ku mampu tetap berdiri
Dan ku ikhlaskan segenap diri
Dalam lirih ku mohonkan petunjuk-Mu menerangi


Garis takdirku
Sebagai hamba-Mu
Selalu bersujud mengharap cinta-Mu
Hidup matiku
Digenggaman-Mu
Ku pasrahkan hanya pada-Mu

Badai merintang menghalangi
Asal Engkau tetap di hati
Tiada ragu tuk jalani
Takdir ini

Ku teguhkan keimanan
hadapi cubaan
Kerana takdir digariskan
Adanya ujian
Kuatkanlah hamba








ALHAMDULILLAH

Wani


Walau genggamannya kuat
Tapi bukan milik kita
Akan terlepas jua


Tak ada yang lebih baik
Tak ada yang lebih cantik
Beroleh keredhaan-Nya


Kau kurniakan rasa
Cinta sesama manusia
Hadapi segala dugaan

Bila jiwa rasa resah
Ambil nafas dan senyumlah
Kerana langit masih cerah

Ku bersyukur. Alhamdulillah
Ku beruntung . Alhamdulillah
Waajiburni. Alhamdulillah
Selama-lamanya

Indah cinta pada bahagia
Bila berduka tak mesra
Lagi kekal cinta-Nya

Bersyukur bukannya susah
Hanya bukti beribadah
Ucapkan Alhamdulillah


Friday, 18 August 2017

BUNGA EMAS




Apa ertinya

Bunga emas yang diberi dulu

Dikembalikan semula

Dikau pun berpaling terus pergi

Rasa dihina membuat aku merasa

Kasihku tiada berharga

Apa maknanya

Bunga emas yang engkau miliki

Bila engkau mengirim erti

Rupanya aku dibenci

Tergamaknya

Kau biarkan bunga cinta

Terbiar pudar warnanya

Dulu gemilau bagai emas

Rupa-rupanya hadirmu cuma bersandiwara

Tak lena tidurku

Sering mengenangkan wajahmu

Duhai sayangku

Aku di sini

Tercari-cari warna pelangi

Hanya yang kutemui

malam yang sunyi

tak kutemui

meranalah

Masih adakah haruman rindu

Di mana emas dulu kau puja

Pabila sepi datang melanda

Ku merindu percintaan bagai dulu

Rupa-rupanya hadirmu cuma bersandiwara

Tak lena tidurku

Sering mengenangkan wajahmu

Duhai sayangku

Aku di sini

Tercari-cari warna pelangi

Hanya yang kutemui

malam yang sunyi

tak ketemui

meranalah

Masih adakah haruman rindu

Di mana emas dulu kau puja

Pabila sepi datang melanda

Ku merindui percintaan bagai dulu

Apa ertinya

Bunga emas yang diberi dulu

Dikembalikan semula

Dikau pun berpaling terus pergi

Rasa dihina membuat aku merasa

Kasihku tiada berharga

Apa maknanya

Bunga emas yang engkau miliki

Bunga emas yang kuberi dulu.



~lirik lagu Saleem Iklim






Saturday, 29 July 2017

SUDIRMAN- JAUH DISUDUT HATI




sayang
kubawa jauh rinduku
kerna aku telah tahu
kau bukan milikku

sayang
sesungguhnya bukan mudah
menjalani hidup ini
tanpa kau disisi

jauh di sudut hati
aku masih bermimpi
mimpi yang indah
esok kau kembali

jauh di sudut hati
ada waktu-waktunya
aku berdoa
kau pulang semula

sayang
biarku mengingatimu
biarku gantung harapan
hingga sampai waktu

nafas terakhirku






SHEILA MAJID

KUMOHON


Setiap hari kumohon
Agar kau sentiasa
Memberiku ketenangan dalam hati....kekuatan
Menempuh segala dugaan yang mencabar ini

Pasti punya ertinya
Engkau beriku harapan
Menjawab segala persoalan
Hadapi semua dengan tenang

Dengan merasa kesyukuran
Ku doa Kau selalu
Mengawasi gerak geriku
Berkatilah ku penuh rahmat dari Mu


Oh Tuhan terangkan hati dalam sanubariku
Oh Tuhan ku berserah segalanya kepada Mu
Agar jiwaku tenang dengan bimbingan Mu selalu

Ada kalanya ku merasa hidup ini seperti kaca
Jikalau tidak sabar
Hancur berderailah akhirnya
Tabahkanlah hatiku
Melalui semua itu...oooh...
Kuatkanlah
Cekalkanlah diriku.

Curahkanlah nikmat Mu pada hidupku.






Thursday, 27 July 2017

MENANTI CINTA



Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satu pun guruh
Mampu menjawab.

Hanya padaMu aku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku

Wahai Penilai hati lihat batinku
Nyaris bernanah kerana luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku

Rahsia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mahu jadi tuna cinta
Tuntun hatiku sabar menanti jodohku

Namun harus aku ikhlaskan
Nasib cintaku
PadaMu.



MENJADI DIRIKU


tak seperti bintang di langit
tak seperti indah pelangi
kerna diriku bukanlah mereka
ku apa adanya.

wajahku kan memang begini
sikapku jelas tak sempurna
ku akui ku bukanlah mereka
ku apa adanya.

menjadi diriku dengan segala kekurangan
menjadi diriku atas kelebihanku.

terimalah aku
seperti apa adanya
aku hanya insan biasa tak mungkin sempurna
tetap ku bangga atas apa yang ku punya
setiap waktu ku nikmati
anugerah hidup yang ku miliki....





Monday, 5 June 2017

HARAPAN RAMADHAN




Ku mengharapkan Ramadhan
Kali ini penuh makna
Agar dapat ku lalui
Dengan sempurna

Selangkah demi selangkah
Setahun sudah pun berlalu
Masa yang pantas berlalu
Hingga tak terasa ku berada
Di bulan Ramadhan semula

Puasa satu amalan
Sebagaimana yang diperintah-Nya
Moga dapat ku lenturkan
Nafsu yang selalu membelenggu diri
Tiada henti-henti

Tak inginku biarkan Ramadhan berlalu saja
Tuhan pimpinlah daku yang lemah
Mengharungi segalanya dengan sabar
Kita memohon pada Tuhan diberikan kekuatan
Ku merayu pada Tuhan diterima amalan

Selangkah demi selangkah...
Dengan rahmatMu oh Tuhanku...
Ku tempuh jua.


Tuesday, 2 May 2017

KU MOHON




Lagu...Shiela Majid




...BERARAK MENDUNG KELABU....

















Takdir berkehendak sesukanya. Mau baik atau tidak yang penting bagaimana penerimaan kita.....

Apa pun yang terjadi, berikut hadir alasan yang sebenarnya sama sekali bukan misteri. Jangan banyak tanya kenapa, Allah lebih tahu segalanya. Jangan mengeluh terlalu banyak...kamu boleh muak, orang lain  apa lagi.....



Sunday, 15 January 2017

MAHA SEMPURNA



Cari tempat sembunyi
Oh di manakah aku bisa sembunyi
Cari tempat sembunyi
Oh di manakah aku bisa sembunyi

Dia Maha Besar
Dia Maha Melihat
Dia Maha Tinggi
Dia Maha Sempurna

Tak ada satupun yang luput dari penjagaan-Nya
Tak ada satupun yang luput dari pandangan-Nya
Tak ada satupun yang luput dari penglihatan-Nya
Tak ada satupun yang lupat dari pengawasan-Nya

Cari tempat sembunyi
Oh di manakah bisa aku sembunyi
Cari tempat sembunyi
Oh di manakah bisa aku sembunyi

Dia Maha Kuasa
Dia Maha Segala

Dan tiada satu pun
Yang mampu menandingi-Nya

La illaha illallah

Cari tempat sembunyi
Ku tak bisa sembunyi




"Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun
yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula)
di langit."
( Ali Imran 3:5 )



TUHANKU




Tuhan dengarkan aku
Ku memohon kepada Mu
Ku angkat tanganku
Kulafazkan lidahku
Menyebut namaMu Tuhan

Tuhan lihatlah aku
Ku berserah kepadaMu
Kuletakkan keningku bersujud padaMu
Ampuni dosa-dosaku

Tuhanku jangan ambil nyawaku
Sebelumku dekat denganMu
Tuhanku siapkan duniaku

Untuk nanti tiba akhiratku

Berapa nikmat yang telah Kau beri
Berapa yang telah aku ingkari
Masih pantaskah sujudku padaMu
Aku malu aku malu...





"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu."
( At- Taubah 9:112 )



Saturday, 14 January 2017

SANDARAN HATI



Yakinkah ku berdiri?
Di hampa tanpa tepi
Bolehkah aku
Mendengar Mu?

Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku
Merindukan-Mu

Terpuruk ku di sini
Teraniaya sepi
Dan ku tahu pasti
Kau menemani

Dalam hidupku
kesendirianku
Teringat ku teingat
Pada janji-Mu ku terikat

Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti

Sedihku ini tidak ada arti
Jika Kaulah sandaran hati

Inikah yang Kau mau?
Benarkah ini jalan-Mu?
Hanyalah Engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku


Aku hilang arah
Tanpa hadir-Mu
Dalam gelapnya
Malam hariku





"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang
yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari
dengan mengharap keredhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu
berpaling dari mereka [kerana] mengharapkan perhiasan
kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang
hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta
menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati
batas."
( Al-Kahfi 18:28)





RINDU PADAMU



Tiada sehari yang berlalu
Tanpa ku  mengingati Mu
Rindu pada Mu
Sentiasa mendambakan
Kasih dan sayang Mu

Semalam aku bermimpi
Dalam hujan ku berlari
Berlari mencari
Memanggil-manggil nama Mu
Nama Mu yang sempurna

Kuharap dan kuberdoa
Semoga dapat bersua dengan Mu

Tiada kata yang dapat ku gambarkan
Perasaan yang ku alami
Cinta ku ini tiada berbelah bagi
Cinta yang suci dan abadi

Apakah aku diterima
Atau kau kan membiarkan saja
Kerana ku berdosa
Jangan biarkan ku terhina
Ku merayu pada Mu






"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah: mereka mencintainya
sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun 
orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah....."
(Al-Baqarah 2:165)




TERBANG TINGGI



Kau perlahan-lahan melangkahkan kaki
Cuba mendaki sejauhnya langit yang tinggi
Seperti mereka yang telah merasa
Terbang tinggi apa pengertiannya

Hidup bagaikan insan yang asing
Si Musafir berkelana di bumi yang lain
Tiada bermegah, Tidak terlalu lemah
Sebaik perkara yang sederhana

Katakan hidupnya dengan pujian manusia
Atau mati dengan cacian mereka
Pengertian hidup bukan apa yang kau sangka
Perbezaannya hanya kita, ilmu dan sikap

Jangan kesal, jangan sesal
Dengan siapa sebenarnya kita
Dan terbang tinggi di langit yang luas
Terima dirimu seadanya

Jangan caci pada dia yang si hina
Jangan benci pada yang tak menegertinya
Kasihanilah dia yang tak menghayatinya
Jangan takut kiranya kau berbeza

Terbang tinggi! Terbang tinggi !
Terbang tinggi lagi!





"Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang
dimudahkan terbang di angkasa bebas.
Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah.
Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda [kebesaran Tuhan]
bagi orang-orang yang beriman."
(An-Nahl 16:79)



~Lagu Terbang Tinggi.
Nyanyian Yasin Sulaiman~





Wednesday, 26 October 2016

ANTARA HUJAN DAN AIR MATA



Selebat hujan yang turun
Mencurah membasahi bumi
Tidak selebat hujan
Di dalam jiwaku
Sehebat halilintar
Membelah langit yang kelabu
Tidak sepanas petir
Yang membakar hidupku
Oh hujan
Di antara airmataku
Menitis laju

Bersama pilu-pilu
Ku cuba menghapuskan
Kenangan waktu silam
Namun bertambah membara
Rindu yang ku sekamkan
Semakin aku mencuba
Semakin terasa siksa
Inikah yang kau tinggalkan
Untuk diriku
Oh Kasih....





Hujan

Hujan yang turun bagaikan mutiara
Berkilau bersinar berkerdipan
Subur menghijau bumi terbentang
Dan bayu berpuput lembut


Cinta yang bersemi
Diwaktu hujan turun
Menyirami ketandusan hati
Dan hujan turut mengiringi
Engkau pergi


Selembut hujan bercurahan
Begitulah cinta ini
Semesra bumi yang disirami
Begitulah hati ini


Hujan yang turun bersama air mata
Bersama pedih, bersama rindu
Kau datang dan kau pergi jua
Rindu lagi....






Monday, 19 September 2016

KAU ISTIMEWA





Dinihari di Madinah al Munawwarah 
Ku saksikan para sahabat berkumpul di masjidmu
Angin sahara membekukan kulitku
Gigiku gemertak..kakiku bergoncang..hatiku tak keruan.

Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka 
Engkau datang, Ya Rasul ALLAH
Ku pandang dikau..ku dengar salam bersahut-sahutan.
Kau tersenyum, ya Rasulullah..wajahmu bersinar
Angin sahara berubah menjadi hangat
Cahayamu menyelusup seluruh sendi dan darahku

“Assalamualaikum ayyuhan Nabi Warahmatullah
Assalamualaikum ayyuhan Habibullah”

Dinihari Madinah berubah menjadi siang yang cerah
Ku dengar engkau berkata:
Adakah air pada kalian?
Ku lihat pantas gharibahku
Para sahabat sihat memperlihatkan kantong kosong
Tidak ada setitis pun air, ya Rasulullah
Ku sesali diriku
Mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu
Alangkah bahagianya, jika ku basahi wajah dan tanganmu
Dengan percikan air dari gharibahku
Ku dengar suaramu lirih
Bawakan wadah yang basah
Inginku meloncat mempersembahkan gharibahku
Tapi… ratusan sahabat berdesakan mendekatimu
Kau ambil gharibah kosong..Kau celupkan jari-jarimu
Subhanallah!!! Kulihat air mengalir dari sela-sela jemarimu
Kami merapati, berebut berwudhu dari pancuran sucimu
Kulihat Ibnu Mas’ud mereguk sepuas-puasnya
Betapa sejuk air itu ya Rasulullah
Betapa harum air itu ya Nabiyullah
Betapa lazat air itu ya Habibullah….

Alangkah bahagianya solat di belakangmu
Ayat-ayat suci mengalir dari suara baidurimu
Melimpah syahdu mendamaikan sanubari
Adakalanya menyusup sendu ke jiwa, oh terasanya…..
Sesudah solat, kau pandangi kami dengan redupan kasih
Masih dengan senyuman sejuk menawan kalbu
Cahaya di wajahmu ya Rasulullah, tak mungkin ku lupakan
Ingin kubenamkan setitis diriku dalam samudera dirimu
mahu kujatuhkan sebutir debuku dalam saharamu yang tak terjangkau

Ya Rasulullah… ya Habibullah…
Ku dengar kau berkata lirih penuh persoalan:-
Siapakah makhluk yang imannya paling mempesona?
Malaikat, Ya Rasul ALLAH!
Bagaimana Malaikat tidak beriman,
Bukankah mereka berada di samping ALLAH?!
Para nabi, ya Nabiyullah!
Bagaimana pula para nabi tidak akan beriman,
Bukankah kepada mereka ternuzulnya wahyu Tuhan?!
Kami , para sahabatmu…?
Bagaimanalah kalian tidak mungkin beriman,
Bukankah aku di tengah-tengah kalian?!
Telah kalian saksikan kehadiranku bersama pedoman nan nyata
Kalau begitu, siapakah mereka wahai kekasih ALLAH???

Langit Madinah bening..bumi Madinah hening..kami termanggu
Siapakah gerangan yang imannya sungguh mempesona?
Ku tahan nafasku, ku hentikan detak jantungku, ku dengar sabdamu:-
Yang paling menakjubkan imannya
Mereka yang datang sesudahku
Beriman kepadaku
Padahal tidak pernah melihat dan bertemu denganku
Yang paling mempesona imannya
Mereka yang tiba setelah aku tiada..itulah ikhwanku!
Yang membenarkanku..mempercayaiku tanpa pernah berjumpa
Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah?
Kalian sahabat-sahabatku…
Saudaraku adalah mereka yang tidak pernah sekali berhadapan denganku
Mereka beriman pada yang ghaib, mendirikan solat
Menginfaqkan sebahagian rezeki yang dikurniakan Tuhan!

Kami terpaku…
Langit Madinah bening..bumi Madinah hening
Ku dengar lagi engkau berkata:
Alangkah bahagianya aku mampu menemui mereka…
Suaramu parau, butir-butir air matamu bergenang
Engkau menangis, ya Rasulullah
Engkau rindukan ummatmu, ya Nabiyullah
UMMATI…UMMATI…UMMATI

Ya ALLAH…
Airmata ini tak mampu untuk ku tampung lagi
Di sini terhenti kata sabda Kekasih-Mu
Berdosanya aku pada insan pilihan-Mu bernama MUHAMMAD itu
Akulah ummatnya yang tidak tahu mengenang budi
Membalasi jasanya,apatah lagi berkorban demi Dia
Dia mendambakan pertemuan dengan kami, ummatnya!
Tapi kami….. oh! Malunya padamu ya Sofiyullah…..

Aspirasi Daripada Hadis Mutafaqun’alaih;
Olahan Semula: Saruman Namus & Abban Malena

**Syafaatkan kami....Ya  RASULULLAH**







Sunday, 4 September 2016

KAU ISTIMEWA




Dinihari di Madinah al Munawwarah 
Ku saksikan para sahabat berkumpul di masjidmu
Angin sahara membekukan kulitku
Gigiku gemertak..kakiku bergoncang..hatiku tak keruan.

Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka 
Engkau datang, Ya Rasul ALLAH
Ku pandang dikau..ku dengar salam bersahut-sahutan.
Kau tersenyum, ya Rasulullah..wajahmu bersinar
Angin sahara berubah menjadi hangat
Cahayamu menyelusup seluruh sendi dan darahku

“Assalamualaikum ayyuhan Nabi Warahmatullah
Assalamualaikum ayyuhan Habibullah”

Dinihari Madinah berubah menjadi siang yang cerah
Ku dengar engkau berkata:
Adakah air pada kalian?
Ku lihat pantas gharibahku
Para sahabat sihat memperlihatkan kantong kosong
Tidak ada setitis pun air, ya Rasulullah
Ku sesali diriku
Mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu
Alangkah bahagianya, jika ku basahi wajah dan tanganmu
Dengan percikan air dari gharibahku
Ku dengar suaramu lirih
Bawakan wadah yang basah
Inginku meloncat mempersembahkan gharibahku
Tapi… ratusan sahabat berdesakan mendekatimu
Kau ambil gharibah kosong..Kau celupkan jari-jarimu
Subhanallah!!! Kulihat air mengalir dari sela-sela jemarimu
Kami merapati, berebut berwudhu dari pancuran sucimu
Kulihat Ibnu Mas’ud mereguk sepuas-puasnya
Betapa sejuk air itu ya Rasulullah
Betapa harum air itu ya Nabiyullah
Betapa lazat air itu ya Habibullah….

Alangkah bahagianya solat di belakangmu
Ayat-ayat suci mengalir dari suara baidurimu
Melimpah syahdu mendamaikan sanubari
Adakalanya menyusup sendu ke jiwa, oh terasanya…..
Sesudah solat, kau pandangi kami dengan redupan kasih
Masih dengan senyuman sejuk menawan kalbu
Cahaya di wajahmu ya Rasulullah, tak mungkin ku lupakan
Ingin kubenamkan setitis diriku dalam samudera dirimu
mahu kujatuhkan sebutir debuku dalam saharamu yang tak terjangkau

Ya Rasulullah… ya Habibullah…
Ku dengar kau berkata lirih penuh persoalan:-
Siapakah makhluk yang imannya paling mempesona?
Malaikat, Ya Rasul ALLAH!
Bagaimana Malaikat tidak beriman,
Bukankah mereka berada di samping ALLAH?!
Para nabi, ya Nabiyullah!
Bagaimana pula para nabi tidak akan beriman,
Bukankah kepada mereka ternuzulnya wahyu Tuhan?!
Kami , para sahabatmu…?
Bagaimanalah kalian tidak mungkin beriman,
Bukankah aku di tengah-tengah kalian?!
Telah kalian saksikan kehadiranku bersama pedoman nan nyata
Kalau begitu, siapakah mereka wahai kekasih ALLAH???

Langit Madinah bening..bumi Madinah hening..kami termanggu
Siapakah gerangan yang imannya sungguh mempesona?
Ku tahan nafasku, ku hentikan detak jantungku, ku dengar sabdamu:-
Yang paling menakjubkan imannya
Mereka yang datang sesudahku
Beriman kepadaku
Padahal tidak pernah melihat dan bertemu denganku
Yang paling mempesona imannya
Mereka yang tiba setelah aku tiada..itulah ikhwanku!
Yang membenarkanku..mempercayaiku tanpa pernah berjumpa
Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah?
Kalian sahabat-sahabatku…
Saudaraku adalah mereka yang tidak pernah sekali berhadapan denganku
Mereka beriman pada yang ghaib, mendirikan solat
Menginfaqkan sebahagian rezeki yang dikurniakan Tuhan!

Kami terpaku…
Langit Madinah bening..bumi Madinah hening
Ku dengar lagi engkau berkata:
Alangkah bahagianya aku mampu menemui mereka…
Suaramu parau, butir-butir air matamu bergenang
Engkau menangis, ya Rasulullah
Engkau rindukan ummatmu, ya Nabiyullah
UMMATI…UMMATI…UMMATI

Ya ALLAH…
Airmata ini tak mampu untuk ku tampung lagi
Di sini terhenti kata sabda Kekasih-Mu
Berdosanya aku pada insan pilihan-Mu bernama MUHAMMAD itu
Akulah ummatnya yang tidak tahu mengenang budi
Membalasi jasanya,apatah lagi berkorban demi Dia
Dia mendambakan pertemuan dengan kami, ummatnya!
Tapi kami….. oh! Malunya padamu ya Sofiyullah…..

Aspirasi Daripada Hadis Mutafaqun’alaih;
Olahan Semula: Saruman Namus & Abban Malena

**Syafaatkan kami....Ya  RASULULLAH**


Saat kita dewasa, kita akan semakin belajar untuk mati rasa pada banyak hal. Hingga satu waktu, hal-hal yang dulu menyakiti kita dengan muda...