Showing posts with label Berpesan-Pesan. Show all posts
Showing posts with label Berpesan-Pesan. Show all posts

Saturday, 2 May 2020



Ketahuilah bahawasanya orang yang kagum denganmu, hakikatnya mereka hanyalah kagum dengan aib kesalahan yang Allah telah tutup terhadapmu .


“Tugas kita hanya menyampaikan kebaikan sahaja. Adapun mereka yang tidak suka dengan kita, jangan kita berdendam. Kita serahkannya pada Allah” -Al Habib Umar-



Kita mungkin diuji dengan satu penantian untuk sesuatu yang hati kita sangat menginginkannya. Jika kita sabar dengannya, kelak Allah akan tunaikan apa yang kita inginkan itu bahkan lebih dari apa yang kita harapkan.


"Jika kita jujur ingin berubah menjadi baik kerana Allah, maka Allah akan mengirimkan ribuan malaikatNya untuk membantu kita." - Habib Anis bin Hussein Al-Attas -


Hikmah dua biji mata yang Allah Taa'la berikan kepada kita ialah satunya untuk melihat kebaikan orang lain dan satu lagi untuk melihat keburukan diri sendiri. - Sayyidil Habib Omar Bin Hafidz



Rasulullah SAW bersabda : Jika para manusia mengetahui (keutamaan) bulan Ramdahan , nescaya mereka akan menginginkan setahun penuh semuanya dijadikan bulan Ramadhan. -Hadis 'Umdatul Qari-

Imam Malik bin Anas RH menangis ketika hendak berbuka puasa. "Aku sedih melihat makanan yang banyak kerana terkenangkan Rasulullah. Baginda berbuka dengan makanan yang sedikit tetapi amalannya banyak. Sedangkan aku berbuka dengan makanan yang banyak, tetapi amalanku sedikit."


Peliharalah Al Quran dengan bacaan yang penuh kefahaman dan ketilitian maka kita akan dapat padanya : -pengubat untuk diri kita -kecukupan dlm kehidupan kita -kejadian yang berlaku di alam ini -pilihan kehidupan yang telah diberi buat manusia dan banyak lagi kelebihan
-Kalam Murabbi-



Sebahagian orang lebih percayakan kebohongan apabila ia disampaikan oleh orang yang dia cintai, dan tidak percayakan kebenaran apabila ia datang dari orang yang dia benci.


Jangan kita remehkan seseorang walaupun kita melihatnya bermaksiat kepada Allah dengan dosa yang paling besar, sebab kita tak tahu siapa nanti di hari kebangkitan yang lebih dekat dengan Allah. Kita atau dia ?


Betapa indahnya berdiam diri didepan orang yang menunggumu bertengkar, dan betapa indahnya tertawa dihadapan orang yang menunggumu menangis.


Ketika Allah menginginkan sesuatu itu datang lambat kepadamu. Sabarlah dan terus menunggu... Kerana ia akan datang dengan keadaan yang lebih mengagumkan daripada datangnya lebih awal. Percayalah pada Allah dan jangan putus asa.




Friday, 24 April 2020

BICARA SAHABAT


Hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat untuk berada di depan, tapi seberapa banyak kamu belajar melewati setiap proses yang kamu jalani hingga ke depan.
Rose

Bismillah Mulailah langkah dengan yakin Manfaatkanlah kesempatan sebaik mungkin Semoga semuanya lancar dan lebih baik dari semalam.


Tuesday, 21 April 2020

TAK HARUS MALU



Kamu tak harus malu, mengakui bahwa dalam diammu ada resah yang kamu simpan yang sangat mengganggu setiap kesibukan.

Kamu tak harus malu, mengakui bahwa hingga saat ini ada perasaan yang belum tersampaikan pada sosok misteri yang sering kamu bayangkan.

Kamu tak harus malu, mengakui bahwa kamu ingin segera dipertemukan dengan seseorang yang namanya masih Tuhan rahasiakan.

Kamu tak harus malu, mengakui bahwa sudah banyak mimpi yang kamu tuliskan jika kelak kamu dipersatukan.

Kenapa harus malu? Setiap manusia pernah merasakannya. Ucap saja lewat doa. Tumpahkan semua lewat sujud ketika kamu menghadap-Nya. Tak apa walau tanpa suara. Kerana Tuhan Maha Tahu atas segala cerita cinta yang ingin diutarakan hati para hamba-Nya.

~catatan sederhana

CERTUSAN RASA


Kita punya impian & perencanaan Tapi, ketetapanNya selalu menjadi yang terindah Tugas kita hanya percaya & berusaha
Rose
Ya Allah Ya Rabbku Mudahkan jalanku menuju kebaikan, hilangkan kerikil tajam yang menghalangi & terangi jalan yang akan kutempuh Bimbinglah aku pada jalanMu...

Thursday, 4 April 2019

KASIH SAYANG-NYA



Kehidupan adalah bukti kasih sayang-Nya. Tanpa kehidupan entah bagaimana kita mahu menyediakan bekalan. Tanpa bekalan layakkah kita mahu berdepan dengan-Nya nanti? Lalu kita dianugerahkan kehidupan agar dapat menyediakan bekalan sebanyaknya.

Namun, tidak ramai yang melihat kehidupan adalah anugerah dari sifat kasih sayang-Nya. mengapa begitu? Jawabnya mudah. Seringkali kita silau dengan kasih sayang sesama manusia sehingga melupakan kasih sayang-Nya. Seringkali kita terhutang budi dengan cinta kasih sesama manusia, sedangkan kasih sayang-Nya luas bagaikan lautan yang tidak bertepi tidak kita sedari.

Binasalah diri andai ini tidak juga kita sedari.
"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." [al-Baqarah: 163 ]

~kembara mencari hamba


Wednesday, 13 March 2019

PRIHATIN...



Ambillah tahu keadaan sekeliling
tak bermakna jaga orang punya tepi kain
sekadar bersikap prihatin
kepala tak perlu banyak pusing
cuma rajin-rajinlah jeling menjeling

Perihatin itu kena perasan
perasan itu perlukan keterbukaan
moga yang jelik tak berterusan
pun yang jahat terlepas pandangan
kita sama-sama cari kebaikan

Prihatin siang dan malam
elak dari yang mengandung haram
kalau ada yang pelik lagi hairan
lekas-lekas dilaporkan

Prihatin itu sikap terpuji
elak dari tingkah laku terkeji
bukan sekadar perbuatan membuang bayi
dari keterlanjuran yang sengaja dicari
bahkan apa saja yang tak disukai
moga dijauhi dan terhapus sama sekali

Jangan bila yang buruk sudah tersebar
barulah kita nak terketar-ketar
ditambah pula dada berdebar-debar
pada hal yang buruk itu hanya disebelah pagar
malang itu pun kita tak berapa sedar
sebabnya engkau-engkau aku-aku bergegar-gegar
aku-aku engkau engkau berlegar-legar

Ambil tahu persekitaran itu perlu
bukan saja nak jaga tepi kain orang selalu
cuma nak nak elak yang buruk dari berlaku
jangan dah terjadi baru nak ambil tahu
lepas itu baru nak nangis tak berlagu.

Prihatin itu baik
ada mata celik
elak perbuatan jijik
biar yang ada semua cantik - cantik
tak ada yang tunggang terbalik
maknanya kita semua cerdik-cerdik!

~sekehsket








Wednesday, 13 February 2019

KEBAIKAN YANG HATI-HATI



Kebaikan itu lahir dari hati, bergetar dari hati yang kemudian menggetarkan hati-hati yang lain. Hati-hati yang tulus memberi akan mudah diterima oleh hati-hati yang lapang.

Hanya saja kebaikan yang lahir hari ini semakin sulit dikenali. Entah apa yang terjadi pada hati manusia. Apakah dunia berserta  segala kepentingan telah membuat orang lalai pada hati mereka sendiri. Tidak mengenali perasaannya, sibuk memanipulasi perasaan untuk kepentingannya sendiri.

Semoga kebaikan-kebaikan itu kembali tumbuh bagai rumput, tidak mati begitu saja kerana terinjak, terpotong bahkan kerana musim kering. Kalau suatu hari aku menentukan untuk hidup bersama siapa, aku hendak memilih dengan hati yang baik. Siapa pun orangnya, siapa pun itu yang memiliki hati yang baik.


Wednesday, 23 January 2019

MENCARI HIBURAN MENCARI KETENANGAN...



Menyebut tentang kehamilan, surah Maryam antara surah yang dekat dengan ibu mengandung. Kita akan berjumpa dua cerita berkaitan dengan perkara ini pada awal-awal surah. Pertama, tentang Nabi Zakaria yang direzekikan zuriat ketika usia renta, ditambah lagi dengan isterinya yang mandul.

Kisah kedua, tentang Maryam yang melahirkan anak tanpa bapa. Kedua-dua kisah pelik tapi benar ini sungguh pun kelihatan memungkinkan putus asa, juga menyebabkan kecaman orang, tetapi inilah yang dikatakan hiburan dalam kehidupan.

Sesuatu yang menjemput tenang itulah hiburan. Nabi Zakaria, sekalipun zuriat yang dinantikan lambat kehadirannya, tetapi harapannya kepada Allah tidak pernah padam. Lihat doa Nabi Zakaria yang dirakamkan dalam Al-Quran: "Wahai Tuhanku! Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah putih dipenuhi uban dan aku tidak pernah berasa hampa untuk berdoa kepada-Mu...Oleh itu, kurniakanlahaku dari sisi -Mu seorang putera." [Surah Maryam 19; 4-5]

Sekalipun difikirkan dengan akal manusia, mustahil baginda boleh mempunyai anak sendiri atas faktor usia. Namun harapannya tidak pernah padam. Keyakinannya kepada Allah sepenuh jiwa. Bahkan lebih kerap baginda berdoa, semakin dekat terasa dengan Tuhan. Sehingga akhirnya dikhabarkan berita gembira oleh Allah, baginda bakal menimang cahaya mata. Sungguh, yang menggembirakan itu bukan sekadar doa yang terkabul tetapi kemanisan saat berdoa.!

Mengenangkan setiap satu peristiwa yang berlaku dalam kehidupan, hakikatnya tidak lari daripada hiburan. Sama ada berbentuk sesuatu yang menggembirakan atau menyedihkan, menakutkan atau menerujakan. Satu persatu babak dalam kehidupan jika diteliti sebenarnya menjadi hiburan buat diri.

Andai menjadi insan teruji, carilah kasih sayang Tuhan pada 'kekerasan' takdir-Nya. Itu juga hiburan. Sesungguhnya tiada satu pun yang sia-sia...


Thursday, 6 December 2018

BICARA SAHABAT




Allah tak pernah janji langit selalu biru, jalan hidup tanpa batu, matahari tanpa hujan, kebahagiaan tanpa kesedihan, sukses tanpa perjuangan.
Tapi Allah janjikan kemudahan bersama kesulitan, rahmat dalam ujian, ganjaran buat kesabaran, keteguhan dalam perjuangan, Bukankah indahnya pelangi baru kita rasakan setelah turunnya hujan?


Redha dengan segala perancangan Ilahi, sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik perancang. La tahzan innallaha ma'anna . Jangan bersedih...Allah bersama kita.





Friday, 23 November 2018

KEBAIKAN YANG HATI-HATI



Kebaikan itu lahir dari hati, bergetar dari hati yang kemudian menggetarkan hati-hati yang lain. Hati-hati yang tulus memberi akan mudah diterima oleh hati-hati yang lapang.

Hanya saja kebaikan yang lahir hari ini semakin sulit dikenali. Entah apa yang terjadi pada hati manusia. Apakah dunia beserta segala kepentingannya telah membuat orang lalai pada hati mereka sendiri. Tidak mengenali perasaannya, sibuk memanipulasi perasaan untuk kepentingan diri sendiri.


Semoga kebaikan-kebaikan itu kembali tumbuh bagai rumput, tidak mati begitu saja kerana terinjak, terpotong, bahkan kerana musim kering. Kalau suatu hari aku harus menentukan untuk hidup bersama siapa, aku hendak memilih dengan hati yang baik. Siapapun orangnya, siapa pun itu yang memiliki hati yang baik.


Monday, 22 October 2018

MENJAGA PANDANGAN




"Kata Baginda Nabi, Tidak ada fitnah dasyat setelah aku terhadap ummatku melebihi, dasyatnya fitnah perempuan pada laki-laki. Kalau lelaki boleh jaga maruah, tak mengorat perempuan, tidak akan ada perempuan yang berlengguk-lengguk di tepi jalan. Wahai kaum laki-laki jaga maruah, tidak kacau orang, tidak ganggu orang, tidak mengorat perempuan, jika kamu menjaga itu, perempuan akan menjaga dirinya."


"Tapi perempuan akan mula jaga maruahnya, kehormatannya, apabila laki-laki yang mula menjaga dulu. Jika tengok perempuan berhias lebih-lebihan, tundukkan kepala, jika ia menggoda, dan laki-laki tidak melayan, pada saat itu perempuan akan menjaga maruahnya. Akan tetapi selagi lelaki gatal, selagi itu perempuan menggoda. Jadi kena mula dari siapa? Ya laki-laki dulu. Jangan salahkan perempuan sorang. Engkau jaga diri kamu, nescaya perempuan akan menjaga diri mereka."


"Sebab itu yang pertama sekali disuruh oleh Allah, adalah laki-laki. Ia itu katakanlah; "Wahai Muhammad, pada laki-laki untuk menjaga mata mereka. Yang kedua, menjaga pada perempuan. Wahai Adam dan Hawa masuklah kamu ke syurga. Wahai Adam dan Hawa iblis musuh kamu, Wahai Adam dan Hawa jangan sampai iblis keluarkan kamu dari syurga."


"Jika tidak kamu Wahai Adam akan celaka. Kenapa Adam saja yang celaka? Kenapa tidak kedua-dua? Ini sebab tanggung jawabnya itu ada pada laki-laki. Kita bukan kena garang pada perempuan, tidak saya tidak cakap begitu. Kita menjalankan tugas syarak, yang ditentukan syarak, seperti sesuatu yang dikehendaki oleh syarak, atu adalah tanggung jawab laki-laki."


~Sayyidil Habib Ali Zaenal Abidin bin Abu Bakar Al-Hamid.


Wednesday, 17 October 2018

UNTUK PARA HAMBA



Pada setiap kejadian, Allah sentiasa menyisipkan hikmah dan pelajaran bagi siapa pun tanpa terkecuali. Hanya saja, tawaran Allah ini hanya disedari oleh mereka yang berniat untuk merenungkan, oleh mereka yang mahu berfikir. Begitu kata al-Quran.

Pertanyaan selanjutnya adalah "Apakah kita adalah golongan orang-orang yang mahu berfikir itu?"

Allah hadiahkan pertemuan setelah lelah dan lamanya menanti. Allah hadiahkan hasil setelah perjuangan tiada henti. Allah hadiahkan persatukan setelah bersabar dalam sendiri.

Atau Allah hadirkan kehilangan setelah memiliki. Allah hadirkan kecewa setelah merasa yakin diri. Allah hadirkan perpisahan setelah saling melengkapi.

Kesemuanya menghadirkan pelajaran. Maka untuk para hamba yang di dalam hatinya ada baik sangka pada ketentuan Allah, sungguh mereka adalah yang paling bahagia. Sebab mereka berkeyakinan, bahawa Allah lah sebaik-baik perencana dan Dia tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya.


Monday, 4 June 2018

BERSANGKA BAIK...



Bersangka baik dengan segala aturan-Nya.
Kerana Dia lebih tahu yang terbaik untuk kita.


"Dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah) Allah jua Yang Mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."





Tawakal.

Allahumma yassir wala tua'ssir
Rabbi tammim bil khair.

Hasbunallah wa nikmal wakeel
Nikmal maula wannikman naseer.


Apa saja yang datang kemudian hari, permudahkan aku untuk hadapi dengan lapang hati.
Bukakan aku jalan jika aku terkandas di jalan mati.
Tunjukkan aku yang benar bila hati berbelah bahagi.

Allahumma Aamiin.




Sunday, 3 June 2018

BELAJAR MENGHARGAI....


Belajarlah  menghargai apa yang kau miliki sekarang ini. Kerana apa yang telah kau miliki adalah pemberian Maha Kuasa.

Kita selalu punya pilihan.
Sama ada hargai apa yang kita ada,
Atau merungut apa yang  kita tidak dapat.


"Dan Ia telah memberi kepada kamu sebahagian dari tiap-tiap apa jua yang kamu hajati. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah nescaya lemahlah kamu menentukan bilangannya.
Sesungguhnya manusia (yang ingkar) sangat suka menempatkan sesuatu pada bukan tempatnya lagi sangat tidak menghargai nikmat Tuhannya."

[Ibrahim -34]


Wednesday, 18 April 2018

BICARA SAHABAT


Bersyukurlah...rezeki kita Allah sudah tentukan.
Imam Hadad  mengatakan : "Yang telah ditentukan untuk orang lain ia tidak akan sampai kepadamu. Apa yang telah ditakdirkan untukmu pasti akan sampai kepadamu."

Ingatlah wahai sahabat...apa sekali pun cita-citamu dan sejauh mana keinginanmu tetap yang akan berlaku adalah yang ditakdirkan oleh Allah. Semua makhluk yang melata di dunia ini....rezekinya telah ditentukan oleh Allah....dan juga bilangannya juga.

Maka sahabat walau apa pun rezeki yang kita terima sedikit atau zahirnya tidak cukup maka haruslah kita bersyukur dan mempunyai sikap menerima kerana itu sudah ditentukan oleh Allah.






Tutuplah aib orang lain supaya aib kita juga ditutup.

Kadang-kadang kita kena hati-hati dalam memviral isu yang libatkan aib orang lain. Walau apa pun kesalahan mereka pilihlah untuk tidak viralkan.

Nabi s.a.w. menyebutkan ketika hari kiamat Allah menyeru "HambaKu bangunlah untuk dihisab." Nabi s.a.w. bersabda :"Maka pada ketika itu Allah menutup seluruh pandangan daripadanya tak ada siapa dapat melihatnya ketika itu."

Allah s.w.t. berkata "Wahai hambaKu kau telah buat itu dan ini." Namun tiada siapa pun tahu. Dengan rahmat-Nya aib hamba-Nya ditutup pada hari kiamat. Allah berkata: "HambaKu, Aku tutup aibmu di dunia...dan Aku  hari ini ampuni engakau...."

Subhanallah...untuk dapatkan kurniaan yang besar ini maka kita pilihlah untuk menutup dan menjaga aib orang di dunia ini...


Monday, 20 November 2017

SABAR CONTOHI WANITA SYURGA



"Memang menjadi idaman setiap wanita untuk mendapatkan suami yang soleh, yang lembut, setia , memahami, bertutur kata halus, berilmu, membimbing, bertanggung jawab dan lain-lain lagi."


"Namun harus diingati, saat ini kita hidup di dunia, bukan di syurga. Dunia adalah negeri ujian, bukan negeri pembalasan. Kerana itu sebaik-baik suami tentu saja ada kekurangannya. Dan seburuk-buruk suami pasti juga ada sisi kebaikannya."


"Setiap kali wanita ada masalah akibat dari perlakuan suami, hendaklah dia bersabar. Kesusahan yang dihadapi dengan sabar semata-mata ingin memperolehi redha Allah akan menghapuskan dosa dan kesalahan seorang hamba."


"LIhatlah Sayyidina Asiah antara ketua wanita syurga yang bersuamikan Firaun yang sangat jahat. Tiada manusia sejahat Firaun, lihatlah Sayyidina Asiah bersabar, lalu syurgalah buatnya. Bukannya dia meratapi nasib dan menyesali diri. Inilah antara sikap wanita syuga yang patut dicontohi."


[Al-Habib Novel Muhammad Alaydrus.]








Sunday, 19 November 2017

PERCAKAPAN YANG BAIK MELAMBANGKAN AKHLAK YANG BAIK.



Di zaman Rasulullah s.a.w ada seorang lealki datang di dalam majlis Rasulullah s.a.w. dan mengatakan "Wahai Rasulullah. Aki ingin berzina." Rasulullah s.a.w. tidak terus memarahinya mengatakan ini haram, berdosa besar. Akan tetapi, Rasulullah s.a.w. memanggilnya untuk datang dekat kepada Baginda.

Bahkan Rasulullah s.a.w. menanyakan kembali kepadanya "Kamu ingin berzina?" Katanya "Ya, aku ingin berzina." Lalu Rasulullah s.a.w. mengatakan "Adakah kamu suka jika ibu kamu dizinai orang lain? Adik perempuan kamu? Kakak perempuan kamu? Jika kamu sudah berkahwin dan mempunyai anak. Adakah kamu suka jika isteri kamu dizinai oleh orang lain? Anak perempuan kamu? Apakah perasaan kamu?"

Dijawab lelaki itu,  "Sudah tentu aku akan marah.!!!"  Maka demikianlah kata Rasulullah s.a.w. "Orang yang kamu nak berzina itu mungkin saja ibu orang lain, mungkin saja kakak orang lain, mungkin saja adik perempuan orang lain, mungkin saja isteri orang lain maka sudah tentu orang lain marah.

Lalu Rasulullah s.a.w. memegang dadanya dan mendoakan supaya Allah menyucikan hatinya. Lelaki tadi itu  yang pada mulanya ingin melakukan zina keluar daripada  majlis mengatakan "Ketika aku masuk ke dalam majlis Nabi s.a.w.  perkara yang paling aku cintai adalah berzina dan apabila keluar daripada majlis tidak ada suatu perbuatan yang aku paling benci melainkan berzina."

Berkat doa Nabi Muhammad s.a.w. dan akhlak mulia yang ditunjukkan oleh Baginda Rasulullah s.a.w. telah menyebabkan hati lelaki itu tadi berubah daripada suka berzina kepada benci kepada zina.

Begitulah yang sepatutnya kita lakukan apabila kita ingin menegur kesalahan seseorang, ingin berdakwah, ingin menarik orang kepada seseorang terutama sekali pada orang yang jauh daripada cara hidup Islam kepada orang yang bukan Islam perkara pertama yang perlu kita tunjukkan adalah akhlak. Bercakap dengan penuh hikmah tanpa menyakitkan hati orang lain.

[Habib Mahdi bin Abu bakar Al-Hamid Hafidzohullah.




Wednesday, 15 November 2017

SERAUT KATA SELAUT RASA


Ungkapan indah pada saat saya diuji itu adalah, "Berpisah tidak gelisah, bertemu tidak jemu, jika cintamu kerana Allah!" Ketika terasa peritnya bermujahadah, singgahlah kata-kata ini yang sehingga kini menjadi pegangan. "Mujahadah itu pahit kerana syurga itu manis." Ketika terlalu sukar memaafkan, lahirlah bisikan kata di hati ini, Memaafkan orang lain seperti memaafkan dirimu sendiri."

"Kata-kata yang indah
mengubat rasa yang gundah.
Kata-kata yang benar 
membuat fikiran menjadi lebih besar.
Apabila keindahan dan kebenaran bergabung,
kata-kata akan menjadi kuasa
yang mampu mengubah jiwa!"

Mudah-mudahan hakikat inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullah s.a.w. dalam penegasan hadis:

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf: telah mengkhabarkan kepada kami Malik daripada Zaid bin Aslam daripada Abdullah bin Umar r.a. bahawa dua orang daripada penduduk Masyriq datang kepadanya, lalu kedua-duanya berkhutbah hingga orang hairan dengan penjelasannya. Lantas Rsulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya dalam penjelasan (bayan) itu mengandungi sihir, atau sesungguhnya sebahagian bayan (penjelasan )  tiu mengandungi sihir." (Sahih Bukhari)


Ini merupakan satu menafora untuk menggambarkan betapa kuatnya pengaruh pengucapan yang indah dan benar. Ia mempunyai 'rohnya' yang tersendiri. Jika lahir daripada hati, in sha Allah akan jatuh ke hati jua. Ia mempunyai kuasa merubah apa yang dirasai oleh hati yang difikirkan oleh akal.


Fikiran yang berkeladak boleh menjadi jernih apabila menerima kata-kata panduan dan pengajaran. Gerak yang lesu, kembali laju mendengar kata-kata yang bersemangat. Hati yang membara menjadi lega dipujuk oleh kata-kata sedingin salju. Lurus kata-kata adalah bayangan tulusnya jiwa.


Iman dan kata-kata yang baik sentiasa sinonim. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya, Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Tidak akan lurus iman seseorang hamba, sehingga lurus pula hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus pula lidahnya. Dan seorang hamba tidak akan masuk syurga selagi tetangganya belum aman daripada kejahatannya."


Walau bagaimanapun, madah, ungkapan atau apa pun apa sahaja gubahan kata-kata tidak akan dapat menyaingi apatah lagi menandingi kebenaran dan keindahan al-Quran dan Sunnah Rasulullah s.a.w. Malah kata-kata yang benar dan indah itu, jika ditelusuri pasti susur galurnya berpunca dari kedua-dua sumber itu jua. "Hidup adalah untuk diuji," kata ahli hikmah. Ia sebenarnya hanya mengulangi apa yang telah ditegaskan oleh Allah melalui firman-Nya: "Dijadikan mati dan hidup untuk kamu untuk diuji siapakah yang terbaik amalannya," (Al-Mulk: 1-2)


Para imam dan ulama yang begitu arif tentang al-Quran dan Sunnah itu pun turut menghasilkan syair dan madah. Bukan menafikan keunggulan firman dan sabda, namun siapakah yang dapat menahan gejolak rasa yang akhirnya meletuskan kata-kata. Melalui pengalamannya berdepan dengan kerenah manusia misalnya, Imam Syafi'ir.hm bermadah: "Aku mampu berhujah dengan sepuluh orang yang berilmu tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, kerana orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu."


Walaupun harapan menggunung mahu memberikan kebaikan dan ketenangan, pasti ada kesalahan dan kekurangan. Apabila menemui kekurangan dan kesalahan itu nanti, renungilah kata-kata daripada Sayidina Umar r.a. ini: "Janganlah sesekali kamu membuat andaian yang tidak baik terhadap kata-kata yang keluar dari mulut saudara kamu, sedangkan kamu mempunyai jalan untuk menjadikan kata-kata tersebut difahami secara baik."

~Ustaz Pahrul bin Mohamad Juoi.

Sunday, 5 November 2017

BERPEGANG TEGUHLAH DENGAN ORANG YANG MENGAJAR KAMU KENAL KEPADA ALLAH



Diantara nikmat yang paling terbesar diberikan oleh Allah s.w.t.  kepada seseorang adalah bilamana
Allah memberikan kamu seseorang yang boleh menunjukkan akan cinta-Nya.

Para 'Ariffin' mengatakan "Untuk mengenal pada Wali Allah itu jauh lebih susah daripada kamu mengenal kepada Allah s.w.t. ." Kenapa? Kerana sesungguhnya untuk mengenal kepada Allah, kamu boleh melihat kebesaran Allah, ciptaan Allah di dunia ini baik itu makhluk-makhluk ciptaan-Nya, keindahan Allah sehingga kamu boleh mengetahui Allah itu bagaimana.

Akan tetapi, untuk kamu mengenal Wali Allah itu paling susah sekali kerana sesungguhnya kerana hari ini ramai orang yang mengaku dirinya adalah Wali kerana banyak sekali orang yang zahirnya menyerupai daripada kewalian Para Wali baik itu penampilannya, pakaiannya, percakapannya dan sebagainya.

Kalau Allah s.w.t. inginkan kebaikan kepada kamu, kamu akan diberikan oleh Allah s.w.t. petunjuk sehingga kamu berjumpa dan dekat dengan orang yang boleh mengajarkan kamu cinta kepada Allah s.w.t.. Kalau kamu sudah mendapatkan salah seorang diantara mereka, maka jangan sampai kamu tinggalkan, jangan kamu lepaskan, berpegang teguhlah dengan orang tersebut.

[Syeikh Feras Salou Ad Dimasyqi Hafidzohullah]



MENGAJAK KEPADA KEBAIKAN.

Jadilah kamu sepertimana sahabat Nabi s.a.w yang mana suka betul kepada kebaikan iaitu Saidina Zaid Al Khair r.a. yang sangat suka kepada kebaikan.

Sehingga Nabi s.a.w. mengatakan "Macamana kamu berpagi-pagi wahai Zaid?" Beliau mengatakan "Aku ini wahai Rasulullah suka betul kepada kebaikan dan aku suka berbuat baik dan aku sedih kalau tak boleh buat baik. Aku suka kepada orang yang buat baik dan aku suka bersama dengan orang yang berbuat baik."

Semua dia suka kepada yang baik sehingga Nabi s.a.w. mengatakan "Engkau adalah orang yang baik." Sehingga digelarkan daripada Zaid yang suka kepada kuda kepada Zaid yang suka kepada kebaikan.

Macam itulah kita ini. Letakkan diri kita ini kepada yang makruf yang kenal kepada kebaikan. Macam mana kita nak kenal kepada kebaikan? Iaitu kita selalu berbuat kebaikan dan duduk dengan orang yang baik dan juga cinta sesuatu yang baik. Kita kena jadi macam itu kalau tidak zaman kita ini, dunia akan menghanyutkan kita.

Kita sering tanya macam mana kita nak menggembirakan kepada Baginda Rasulullah s.a.w.? Jawapannya adalah dengan kita selalu mengajak orang lain kepada kebaikan dan meneruskan kerja Rasulullah s.a.w. iaitu dengan berdakwah.

[Habib Najmuddin bin Othman Al-Khered Hafidzohullah]


Tuesday, 24 October 2017

BICARA-BICARA AKHIR SANG KEKASIH



Detik yang tidak dapat dilupakan oleh umat Islam ialah saat menjelang masuk waktu zohor, hari Isnin. 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah. Itulah tarikh kewafatan Rasulullah s.a.w.  Anas bin Malik r.a. menceritakan, "Tiada hari yang lebih menggembirakan bagi penduduk Madinah selain daripada hari kedatangan Rasulullah ketika Hijrah. Dan tiada hari yang lebih menyedihkan bagi seluruh penduduk Madinah, lebih menyedihkan daripada hari kewafatan Rasulullah."

Apa yang dituturkan oleh Anas r.a. itu bukan hanya menggambarkan keadaan penduduk Madinah, tetapi ia merupakan kesedihan yang dirasai oleh setiap  umat yang menyayangi dan mencintai Rasulullah. Perasaan sedih mengenangkan peristiwa kewafatan Rasulullah s.a.w. tidak seharusnya dijadikan alasan untuk kita lemah.

Alangkah baik jika kita fokus kepada ajaran yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah sepanjang hayat baginda. Apatah lagi terhadap pesanan ketika Baginda berada di hujung hayatnya. Ia pasti mempunyai nilai ilmu yang mendalam dan garapan emosi yang tersangat hebat.

Wasiat akhir Rasulullah s.a.w. dinilai sebagai pelengkap kepada keseluruhan ajaran yang telah diajarkan melalui bicara, perbuatan, sunah dan perjuangan sepanjang hidup baginda. Mari hayati pesanan Rasululllah agar kita mendapat inti pati terbaik daripadanya.



1. PESANAN AGAR MENGUTAMAKAN AKHIRAT BERBANDING DUNIA.

Rasulullah sentiasa mengajak umat baginda agar mengutamakan akhirat beebanding kehidupan dunia. Tarbiyah Rasulullah berpaksi untuk mendidik hati agar tidak terpaut terhadap dunia. Akhirat sentiasa diutamakan. ia bertindak sebagai pemangkin motivasi diri.

Berkata Aisyah r.ha, "Ketika Rasulullah sakit yang membawa kepada kewafatannya, aku mendengar Rasulullah menyebut, "Bersama mereka yang diberikan nikmat daripada Nabi-Nabi, siddiqin, syuhada dan solihin. Itulah sebaik-baik teman." Maka aku tahu bahawa Rasulullah memilih kehidupan akhirat berbanding dunia. [Riwayat al- Baihaqi]


2. PESANAN AGAR BERSIFAT TAWADUK.

Rasulullah terkenal dengan sifat tawaduk. Peribadi baginda dipenuhi sifat rendah diri. Ia menjadikan hati-hati manusia lunak kepada Baginda. Justeru, akhlak ini menjadi pesanan akhir Rasulullah. Baginda berwasiat kepada umatnya agar sentiasa merendah diri  dan bersifat tawaduk. Ibnu Mas'ud r.a berkata, "Saat Rasulullah sakit, kami menziarahi Baginda di rumah Aishah r.ha. Rasulullah s.a.w. berpesan sambil berlinangan air mata, "Janganlah kalian meninggi diri terhadap Allah, kepada hamba-Nya dan bumi-Nya. Sesungguhnya Allah berfirman kepadaku dan kalian, 'Itulah kehidupan akhirat yang kami jadikan bagi mereka yang tidak mennggi diri di dunia dan tidak melakukan kerosakan itulah balasan bagi golongan bertaqwa.'

Dan Allah berfirman lagi, Bukankah neraka jahanam adalah tempat kembali golongan yang membesarkan diri?"" [Riwayat al- Thabarani dalam al-Du'a]



3. PESANAN AGAR BERSANGKA BAIK KEPADA ALLAH.

Rasulullah mendidik umat perkara paling asas dalam soal hubungan makhluk dan khaliq. Insan yang sempurna iman sentiasa percaya dan yakin terhadap Allah. Ini terjelma di dalam hatinya apabila sesuatu dugaan itu berlaku, sejauh mana mereka bersangka baik terhadap Allah. Kerana pentingnya perkara ini, Rasulullah menyebutkan pesanan ini saat akhir hayat Baginda. Dari Jabir bin Abdullah berkata,
"Aku mendengar  Rasulullah bersabda tiga hari sebelum baginda wafat, "Janganlah kalian mati kecuali dengan berbaik sangka terhadap Allah.'"
[Riwayat Muslim]



4. PESANAN AGAR MENJAGA SOLAT DAN MEMBERI HAK ORANG YANG MENJADI TANGGUNGAN.

Rasulullah sentiasa mengajarkan soal keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Baginda berwasiat sehingga ke saat terakhir tentang solat yang merupakan hak Allah. Disamping solat, Rasulullah berpesan agar menjaga hak sesama makhluk  terutama bagi golongan yang lemah. Dilaporkan bahawa Anas bin Malik r.a. berkata, "Kesimpulan wasiat terakhir Rasulullah adalah berkenaan solat dan menjaga hak terhadap mereka yang berada di bawah tanggungan."
[Riwayat Ahmad, an-Nasai dan al-Baihaqi]



5. PESANAN AGAR TIDAK MENJADIKAN KUBUR BAGINDA SEBAGAI TEMPAT SEMBAHAN.

Nasihat ini penting agar perasaan cinta terhadap Rasulullah tidak membawa kepada kesyirikan. Rasulullah bersabda: "Laknat Allah ke atas orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah" dalam riwayat lain Baginda bersabda: "Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid." [Riwayat al-Bukhari]

Demikianlah beberapa pesanan Rasulullah pada saat -sat terakhir kehidupan baginda. Ianya merupakan nasihat yang bersifat menyeluruh. Ia menjadi pelengkap kepada apa yang telah ditinggalkan di dalam hadis dan sunah Rasulullah. Betapa mendalamnya perasaan cinta Rasulullah kepada umat. Ini dapat dirasai pada setiap patah pesanan Rasulullah tersebut.

Menjadi tanggung jawab bagi kita semua untuk melihat dan menjiwai setiap pesanan tersebut sebagai bukti cinta sebenar terhadap Rasulullah tersebut. Semoga dengannya, kita dapat bersama Rasulullah, dapat minum dari telaganya di hari akhirat kelak bersama para kekasih-kekasih Allah yang lain.


~Ustaz Zul Ramli Mohamed Razali


Saat kita dewasa, kita akan semakin belajar untuk mati rasa pada banyak hal. Hingga satu waktu, hal-hal yang dulu menyakiti kita dengan muda...