Hakikat, dan kejayaan di dunia ini hanya hebat jika gemanya terus berbunyi di akhirat.
Showing posts with label Bicara Sahabat. Show all posts
Showing posts with label Bicara Sahabat. Show all posts
Wednesday, 29 April 2020
Dua lenganmu diciptakan untuk memeluk dirimu sendiri sebelum kau memeluk seseorang yang lain. Sepuluh jemarimu diciptakan untuk menutup sedih di wajahmu sendiri, sebelum kau berusaha menghapus air mata seseorang yang lain.
Sering menebar senyum biar orang lain bahagia. Saat sendiri, tak lagi tahan, lepas juga luapan air mata.
Pura-pura kuat biar tak diremehkan. Pura-pura sempurna biar dianggap. Padahal dalam diri terdalam sering lelah, butuh bahu untuk bersandar, butuh telinga untuk mendengarkan, butuh mata untuk menguatkan, tapi sering tak ada yang bisa, lalu memilih tetap kuat berpura-pura.
Maafkan dirimu yang pernah berbuat salah. Sedari kamu manusia biasa. Tidak semua hal bisa kamu kendalikan.Tidak semua hal sesuai rencanamu. Mulai lagi dengan perasaan yang baru.
Kalau kamu tidak belajar berkenalan dengan dirimu sendiri, kamu akan sering menyalahkan orang lain. Bahkan yang tak mengenalmu.
Pernah memberi seluruh hatimu untuknya, nyatanya dia tetap pergi dan membiarkanmu bersedih. Perasaan yang kau curahkan, tak bisa membuat dia betah bertahan. Semua yang kau beri, tak selalu menjadi bererti.
Kalau semua hal digantungkan pada manusia, siaplah menerima derita-derita yang didatangkan olehnya. Kalaulah semua harapan ditumpukan pada manusia, siapkanlah diri kecewa mendalam olehnya. Manusia terbatas dan mudah lupa. Ia bisa tanpa aba-aba melepaskanmu, lalu melupakanmu.
~Boy Candra
Tuesday, 21 April 2020
CETUSAN RASA
Terkadang bukan kenangan lalu yang membuat kita bersedih. Tapi kenangan indah bersamanya yang akan membuat kita menangis Kerana kita tahu semua itu tak akan terulang kembali meskipun kita amat menyayanginya.
Monday, 30 March 2020
BICARA SAHABAT
Gantungkan kesedihamu pada mihrab pengharapan dan basuh hatimu dengan air mata.
Ketahuilah jiwa akan bahagia jika , bersedia rendah diri pada Tuhannya seperti halnya para ahli takwa.
Ceritakan kepada Tuhanmu tentang perih yang kau rasakan.
Sebab siapa lagi yang dapat meringankan segala beban di hati kita selain Dia?
![]() |
Musibah akan berakhir dengan doa dan sedekah. Musibah akan tertolak dengan zikir dan selawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. juga dengan memperbanyakkan istighfar. |
Tuesday, 28 January 2020
BICARA SAHABAT
Hidup ini terlalu singkat untuk sebuah tujuan..
Tak layak bila dipakai untuk dengki, iri, munafik dan memutus tali persaudaraan.
Esok akan menjadi kenangan.
Cukup tersenyumlah dan maafkan insan yang telah berbuat buruk padamu.
Sebab syurga membuntuhkan hati yang sihat. (selamat)
Manusia menangisi dunia sedangkan dia telah mengetahui bahawa kebahagiaan di dunia ini adalah meninggalkan apa yang ada di dalamnya.
~Ali bin Abi Thalib
Tuesday, 30 July 2019
BICARA SAHABAT
Sebab yang nampak indah bagiku belum tentu nampak indah bagimu. Kita diciptakan bukan untuk menjadi anggota dari sebuah himpunan dalam matematika. Maka berbeza bukanlah perkara salah.
Bagiku kayu malang di tengah pasir yang basah ini adalah indah. Namun tidak bagimu. Sebab yang kau lihat adalah betapa rapuhnya kayu ini. Sedang yang kulihat betapa kuatnya ia menopang dirinya sendiri diantara hal-hal yang setiap saat bisa saja membuatnya patah bahkan tumbang...
Friday, 5 July 2019
BICARA SAHABAT
Kadang Allah begitu cepat menjawab keresahan kita. Melalui begitu banyak perantara yang kita temui.
Atau jangan-jangan aku menduga. Selama ini jawapan itu sudah terbentang luas di depan mata tapi akulah yang tidak mengenalinya. Hanya kerana aku sibuk memikirkan diriku sendiri, sibuk berasumsi dan tidak percaya bahawa Dia akan menolong. Bahkan aku lupa berdoa, meminta kepada-Nya.
Semua masalah besar ini tidak ada ertinya di hadapan Allah Yang Maha Besar.
~kurniawangunadi
Monday, 1 April 2019
USAH DIRUNDUNG MURUNG
Berbicara tentang manusia...
Walaupun kita ini sendiri manusia, belum tentu kita mampu memahami manusia dengan begitu baik dan tuntas. Sering kali juga kita gagal memanusiakan sikap kita terhadap manusia.
Manusia adalah makhluk yang begitu unik. Ia ada perasaan dan akal. Ada aspek spiritual yang perlu dibelai dengan kualiti iman dan Islam, selain fizikal yang menjadi amanah untuk dijaga sebaiknya. Sebab itulah kadangkala kita gagal memahami manusia lain. Terlalu banyak aspek yang bergabung membentuk manusia.
Nampak sahaja pelbagai tingkah laku manusia, pantas mulut membuahkan pendapat. Pelbagai komen meluncur laju sehingga kadangkala mengguris hati dan perasaan. Dan kita mampu berlalu pergi begitu sahaja tanpa toleh dan boleh pula tersenyum puas.
Sedangkan kita terlupa, manusia ini seringkali terlepas kendali. Kita sendiri pun pernah berkali-kali. Bahkan sering sekali. Ada individu yang mempunyai tahap toleransi yang rendah terhadap tekanan yang dihadapi, lantas berubah tingkah.
Sikap kita? Bukan ingin menunding perbuatan yang salah, cuma ingin memandu tingkah supaya mereka mampu pantas bingkas. Ini sepatutnya.
Hakikatnya kita sedar betapa tidak mudah menjadi manusia. Mujahadah masih panjang, sedangkan masa makin suntuk. Amalan masih perlu diganda sebagai bekal, sedangkan pada masa yang sama dosa tidak pernah lekang daripada bekal tersebut. Bahkan sering juga dunia menang berkali-kali, sedangkan akhirat tergadai....
Ketika melihat ada manusia lain terlepas kendali, ia sepatutnya membawabukan sahaja dia, bahkan kita juga untuk lebih berpaut erat dengan tali Allah. "Sesungguhnya orang yang berkata, "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka tetapkan pendirian, maka tidaklah mereka takut dan tidak akan berdukacita." ( Surah al-Ahqaf 46:13 )
Ketika itu, tiada takut atau dukacita yang mampu menyebabkan kita murung kerana kita tahu kita mahu terlepas kendali. Bahkan kita juga bijak dengan tidak menilai atau mencemuh individu lain yang kemurungan, bahkan sudi pula menjadi bahu tempat bersandar dan meminjam telinga menjadi pendengar yang membina kembali kekuatan jiwanya....
Sunday, 24 March 2019
KETIKA SURAT BERCERITA
Semua orang di dunia pasti pernah terluka. Namun tidak semua bekas luka
itu akan terlihat di tubuh mereka kerana terkadang beberapa
luka meninggalkan bekas yang tidak terlihat..
"Rasanya hariku jauh lebih bahagia jika aku menghabiskannya denganmu"
ucapnya sambil tersenyum kepadaku.
Harusnya aku senang mendengar hal itu tetapi ada perasaan yang mengganjal
di dalam hatiku. Namun, aku tidak mahu merosak kebahagiaannya.
Iya, aku juga merasakan yang sama.
Sayang sekali aku tidak bisa setiap hari merasakan rasa bahagia seperti."
ucapnya kembali sambil memandang langit malam yang penuh
bintang dan bulan yang sedang mengambang indah..
Kamu bisa.
Kamu bisa melakukannya jika kamu memilih aku daripada dia..
Hati ini sudah bosan
kerana disuruh menunggu
akan sesuatu yang tak pasti
pergi adalah solusi
kerana sia-sia jika memilih bertahan
padahal kau saja tidak menahan.
Keputusan untuk pergi
akhirnya bulat
Ucapan "sampai jumpa, jaga dirimu baik-baik"
menggema dalam ruangan itu
yang pernah menjadi saksi
akan kisah cinta yang kini sudah mati
Langkahku tidak terhenti
meskipun air mata menggelinang
dan kepalaku kerap menengok ke belakang
berharap kau akan berlari mengejarku
untuk memintaku tetap tinggal bersamamu.
Jika memang harus menangis, maka pastikan dulu itu
adalah sesuatu yang benar-benar berharga
untuk kamu tangisi...
Saturday, 23 March 2019
KELEMAHAN MANUSIA
Kelemahan Manusia :
Fokus terhadap yang kurang
Fokus terhadap apa yang belum dimiliki..
Menghitung nikmat Allah saja kita tidak sanggup, kenapa kita masih sempat dan sering mengeluh, serta merasa menderita.
Sebabnya hanya satu, kerana kita kurang bersyukur.
Kita sering fokus pada masalah.
Fokus kepada yang kurang.
Fokus pada yang tidak dimiliki.
Padahal solusi juga ada banyak.
Kurnia Allah jauh lebih banyak dari yang kurang.
Yang sudah kita miliki juga cukup banyak.
Solusinya sebelum mengeluh bagian tubuh yang sakit, lihatlah banyaknya bagian tubuh yang sihat.
Sebelum mengeluh hidup yang sempit, ingatlah kemudahan hidup sebelumnya.
Sebelum merasa menderita kerana sakit, ingatlah nikmat sihat yang sudah lebih lama kita rasakan.
Sebelum mengeluhkan anak yang belum sesuai harapannya, ingatlah orang yang masih berjuang agar Allah kurniakan anak.
In shaa Allah air mata syukur akan mengalir.
Bukan kutukan dan laknat yang terucap.
Jika syukur sudah penuh dihati.
Tidak akan ada ruang untuk menyesali yang terjadi.
Semoga kita termasuk hamba-Nya yang bersyukur. Aamiin.
~Abi Zumi
Thursday, 13 December 2018
BICARA SAHABAT...TERSENYUMLAH
Tersenyum tidak bermakna gembira
ceria tidak bermakna bahagia...
tenang hatinya tidak bermakna
setenang raut wajahnya...
indah matanya tidak bermakna
seindah perjalanan hidupnya
andai yang dilihat itu bahagia...
selamilah kelukaannya...
andai yang dilihat itu gelak dan tawa
rasailah kepedihannya...
Ukhwah itu mudah
Ukhwah itu indah...
Ukhwah juga pembawa riang tawa
dan mesra
ukhwah jualah yang mmenghapuskan
mutiara jernih
tatkala ada yang menitiskan tanpa
sengaja...
Ya Allah..
manisnya anugerah-Mu
indahnya nikmat-Mu
lebih indah lagi kerana ia terjalin
di atas jalan-Mu
Ya Rabb...
Alhamdulillah ku amat bersyukur
mengenali mereka yang selama ini
tidak pernah ku kenal...
semoga ukhwah ini terjalin buat
selamanya...
In shaa Allah.
Thursday, 6 December 2018
SELALU BERSYUKUR
Selalu bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik, mengajarkan betapa hidup itu luas, tak hanya sebatas aku dan kamu. Tak lagi hanya melakukan ini untukku. Yang kemudian membuka kaca mata ini untuk melihat lebih jauh, mendewasakan nurani, mengerdilkan ego.
.....Yang kemudian membuka kacamata ini untuk melihat lebih jauh....
Tariklah nafas sejenak. Lapangkan dada dengan udara kau hisap. Biar hilang segala rasa sesak.
Pergilah ke mana pun kau ingin pergi. Larilah ke arah kau ingin sembunyi. Kau berhak menghilang sesaat dari dunia. Kau berhak meluangkan waktu sendirian saja.
Disaat orang lain sibuk terlelap, kau bisa bersujud lama-lama. Tumpukan segala keluh itu pada-Nya. Luapkan segala penatmu di hadapan-Nya.
Lalu jika kau sudah kembali siap, pastikan untuk menghadapi dunia dengan lebih bijak. Pastikan perjuanganmu terus berlanjut. Mengejar lagi daftar mimpi yang telah lama kau rajut.
Dan satu hal yang perlu kau ingat, setiap kali merasakan lelah, kau bisa mundur selangkah. Barang sejenak untuk menghilangkan penat. Tapi nanti harus kembali lagi dengan niat yang lebih kuat.
~catatan sederhana
Saturday, 24 November 2018
BERTEMU AKAN BERPISAH
Seringkali kita menghindari apa yang dinamakan perpisahan. Kerana perpisahan seringkali meninggalkan bekas kenangan yang baik atau buruknya akan kita kenang atau kita abaikan.
Aku pun dulu demikian, menghindari perpisahan.
Tapi sering jalannya waktu, semakin mengerti. Bahawa cepat atau lambat perpisahan itu akan datang dengan atau tanpa kita kehendaki.
Kerana pertemuan adalah pesta yang dirayakan untuk menyambut perpisahan.
~menjalin
Monday, 5 November 2018
BICARA SAHABAT
Thursday, 18 October 2018
ESOK
Esok, ketika kekecewaan dan kesedihan hari ini membuat kita tersenyum. tersenyum kerana kita mengerti dan memahami mengapa kesedihan dan kekecewaan itu harus kita alami hari ini.
Kita bersyukur bahawa apa yang terjadi hari ini menghantarkan kita kepada kebahagiaan yang hakiki.
Esok, ketika segala penolakan yang kita terima membuat kita tersenyum. tersenyum kerana kita menyedari bahawa penolakan itu membuat kita menemukan apa yang sejatinya untuk kita, kita menemukan ketulusan yang kita cari susah payah hari ini.
Esok, ketika segala pengorbanan kita membuat kita lega. Kerana tidak ada yang sia-sia dari sebuah perjuangan dan kita menyedari bahawa apa yang sedang kita korbankan hari ini, entah itu waktu kita, tenaga kita, bahkan perasaan kita. Esok, seluruhnya tergantikan dengan sesuatu yang tak terduga dan itu membuat kita merasa pengorbanan ini terasa sangat berharga.
Esok, ketika kita telah sampai kepada jawapan dari pertanyaan-pertanyaan hidup kita hari ini. Menjadi apa nanti? Siapa pendamping hidup kita? Berapa anak kita? Kerja di mana? dan segala pertanyaan membuat kita resah. Kita memahami bahawa keresahan itu membuat doa-doa kita lebih memiliki kekuatan, lebih tulus dan lebih berserah.
Esok, apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini. Akan kita fahami esok hari. Terus melangkah, meski melelahkan, meski menyita perasaan. Tujuan itu tidak akan ke mana-mana. Jangan berhenti nanti tidak sampai...
~dokterfina
Tuesday, 16 October 2018
NIKMAT JUGA UJIAN DARINYA
Ramai yang sangka, ujian adalah apabila ditimpa musibah atau malapetaka sahaja. Ketahuilah bahawa ketika mendapat nikmat itu juga adalah sebuah ujian. Ujian nikmat dinilai dari bersyukur dan redhanya seseorang itu kepada-Nya atas nikmat yang diberi. Adakah dengan mendapat nikmat kita menjadi lalai dan lupa pada-Nya atau bertambah-tambah lagi keyakinan dan bersyukur kita kepada-Nya.
Sekiranya mampu untuk menangis ketika mendapat nikmat maka menangislah. Ucaplah kalimah syukur dan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada-Nya.Tangisan di sini bukanlah tangisan sedih atau kecewa, tetapi tangisan bersyukur dan gembira atas kurniaan nikmat-Nya.
Dalam dunia ini segala-galanya adalah ujian. Baik ianya yang baik mahupun ianya tidak baik. Sentiasa ingat pada-Nya ketika diuji dengan musibah dan mendapat nikmat. Semoga kita tergolong dalam mereka yang tidak lalai dan lupa apabila mendapat nikmat dan diuji dengan musibah dari-Nya.
Monday, 13 August 2018
BICARA SAHABAT
Berulang kali cuba mengenyahkan dirimu dari fikiranku. Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang menurutku mampu memalingkan fikiranku tentangmu. Namun apa? Semakin kumencuba untuk berlari, bayang-bayangmu terasa selalu mengikuti.
Entah kerana aku memang begitu mencintaimu atau kerana rasa bersalah yang cukup besar kepadamu. Aku tahu untuk mendapatkan maafmu, kurasa tak pantas. berulang kali mendekatimu pun tetap tak bisa membuatmu kembali seperti dulu.
Untuk itulah aku ingin menyerah. Menganggap aku akan baik-baik saja. Ternyata aku salah, upayaku menjauh selama ini tidak pernah bisa menghasilkan apa-apa. Ya, kau masih tetap menggantung di dalam hati dan fikiranku....
Friday, 22 June 2018
KETIDAKSEMPURNAAN SEMPURNA
Kita adalah sepasang kekasih yang mulai lelah dengan cinta yang tak kasat mata. Kita melangkah bersama, berganding tangan mesra, tersenyum sambil menatap ragu, cerah terangkah jalan di depan, atau gelap terbungkus kabut. Tapi kita terus melangkah.
Kita tak bisa membaca masa depan, tapi kita selalu pura-pura yakin dan percaya saja agar orang-orang berhenti bicara dan bertanya. Agar kita bisa tidur nyenyak dan menyelam dalam samudra mimpi yang batas-batasnya telah kita sembunyikan di bawah bantal.
Kita berteduh saat hujan, berdarah ketika luka, dan seperti manusia lainnya, berair mata kala dirundung duka. Tetapi sesekali kita menari di bawah rinai, menikmati perih yang dipicu oleh rindu, dan menertawakan kepedihan-kepedihan hidup. Kadang kita kalah kadang mengalah.
Kita adalah kerapuhan yang pura-pura tegar
tawa yang penuh sandiwara
Keyakinan yang penuh sarat prasangka
Kita adalah ketidaksempurnaan sempurna...
~Azhar Nurun Ala
Thursday, 22 March 2018
BICARA SAHABAT
Terima kasih untuk wanita-wanita muslimah yang diberikan kelebihan, namun memilih untuk tetap tersembunyi.
Entah siapa pun dirimu, saya percaya apa pun yang kamu lakukan adalah tidak mudah. Namun dirimu lebih memilih untuk tetap tersembunyi, semata kerana tahu makna Allah memintamu memakai hijab adalah agar dirimu tidak terlihat sembarangan mata. Sebagai jalan ikhtiar ketaatanmu kepada-Nya.
Juga menyedari menjaga iman lelaki juga bagian dari rasa pedulimu yang begitu besar.
Tentu saja dirimu nyata, saya percaya, dan saya tidak perlu pembuktian bahawa dirimu ada....cukup orang-orang yang mengenali dirimu saja yang tahu.
Semoga hatimu tetap sentiasa terjaga.
Rasa lelah kerana mentaati Allah dan Rasul-Nya akan hilang menyisakan kenikmatan abadi di syurga-Nya. Sedangkan nikmatnya mengikuti hawa nafsu akan lenyap menyisakan sesal dan azab.
Sunday, 7 January 2018
BICARA DARI HATI
Kamu adalah ketidak pastian yang selalu aku harapkan. Kamu adalah penantian yang tak berniat untuk pulang. Semua luka yang membekas. Menjadi bukti bahawa kamu tidak menunjukkan rasa cemas.
Tak ada peduli, tak ada pengertian untuk diri. Sebenarnya, apa yang sedang aku perjuangkan? Dari kamu yang bahkan tak peduli pada luka perasaan.
Cinta adalah petualang. Patah hati adalah rintangan. Kadang , menyerah selalu menjadi pilihan alternatif bagi hati yang terlampau lelah.
Dan itu tidak salah.
Sebab lelah pun selalu mempunyai batas. Kembali pulang barangkali menjadi keputusan yang paling pantas.
Sayang sekali kita tidak berubah. Keegosan yang turut hadir dalam hubungan, membuat perasaan kita kian renggang. Peduli kita berkurang, sebab tidak ada kesedaran dari kita untuk mengobrol dan berbincang.
Kita yang sekarang, bukanlah kita yang dulu kala. Kita yang sekarang adalah kita yang tengah menapaki fasa jenuh dari cinta.
Jangan rapuh, jangan patah sekalipun, kali ini engkau harus seringkali menahan airmata untuk tidak terjatuh. Biarkan dunia cukup untuk melihat wajah meneduhkanmu, dan tidak perlulah mengetahui seberapa sulitnya engkau menghadapi semuanya sendirian.
kala sakit ini menyapa berbisiklah dalam lirih doamu, Allah mendengar.
Dan hanya Allah yang kuasa memperbaiki semuanya untuk kembali menjadi baik-baik saja.
Kuatlah....
~ Arief Aumar Purwanto
Saturday, 23 December 2017
BICARA SAHABAT
Kita masih sering lupa, bahawa kita sering tanpa sedar memohon Tuhan atas takdir kita dengan doa-doa penuh harap yang kita panjatkan.
Kita masih sering lupa, bahawa kita sering mengeluh pada Tuhan kerana sendirinya kita yang belum juga dipertemukan.
Dan kita masih sering lupa, bahawa sesungguhnya Tuhan menciptakan jarak antara kita bukan kerana apa-apa. Tetapi kerana Dia ingin agar kita saling menjaga. Dia ingin agar kelak ketika kita berjumpa, kita bertemu dengan cara-cara yang baik dengan cara-cara yang diredhai-Nya.
Kamu sendiri tahu dan sedar betulkan? Bahawa yang berjarak itu sering kali membuat sesuatu menjadi lebih indah.
Seperti pemandangan kota pada malam hari yang dilihat dari atas gedung pencakar langit, temaram lampu-lampu di jalanan berkelip-kelip bagai bintang-bintang dilangit malam.
Seperti deretan panjang pegunungan, terlihat kukuh, megah dan indah ketika dilihat dari kejauhan.
Lalu tentang pertemuanmu dengannya kemarin yang tak disengaja, kenapa kamu begitu ingin mendekat? Padahal ketika pada masanya nanti gedung pencakar langit itu kamu miliki, kamu bisa menikmati pemandangan kota sepuasnya pada malam hari. Padahal ketika pada masanya nanti gunung-gunung tinggi itu kamu tinggali, kamu bisa menikmati matahari terbit dan terbenam sesuka hati.
Saat ini bukan milik siapa-siapa dan semua orang bebas datang dan pergi sesuka mereka. Tapi jika nanti Tuhan menakdirkannya untuk kamu miliki, kamu punya hak atasnya seorang diri.
Maka mulai hari ini cubalah berjarak, agar ketika kamu memilikinya nanti, segalanya terasa lebih indah. Pada saatnya nanti, kamu punya hak atas segala keindahan yang telah Tuhan anugerahkan atasnya.
~ catatan sederhana.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Saat kita dewasa, kita akan semakin belajar untuk mati rasa pada banyak hal. Hingga satu waktu, hal-hal yang dulu menyakiti kita dengan muda...
-
Jangan jadikan diri kita lebih buruk dari orang yang gemar memburuk-burukan kita dengan sengaja agar ramai yang membenci dan menjauhi di...
-
.......Ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Ma...
-
Ada ketikanya orang yang memberi tidak menghulur cintanya sepenuh hati, kurang ikhlas dan mengharapkan imbal balik, lalu orang yang mene...


































